Kuil Gyoki

Sekitar 1.300 tahun yang lalu, pada awal periode Nara, biksu Buddha Gyoki, yang melakukan perjalanan keliling Jepang untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan Buddha Agung, mendirikan kuil ini.
Dengan restu dari Kaisar Shomu, Gyoki mendirikan kuil ini sebagai tempat perlindungan spiritual untuk wilayah Mino, Owari, dan Ise.
Di dalam area kuil, terdapat gundukan tanah yang dikenal sebagai Gyoki-zuka, di mana dikatakan bahwa Gyoki meninggal dunia pada usia 82 tahun pada tahun 757.
Situs ini masih menyimpan properti budaya yang penting, termasuk monumen batu dan pagoda batu tujuh lantai.
Selama periode Nanboku-cho yang penuh gejolak (sekitar 700 tahun yang lalu), kuil ini dihancurkan oleh api selama perang.
Namun, penguasa feodal Tsushima di Owari dan para pengikut kuil membangun kembali kuil tersebut di Gunung Garyu.
Pada era Genroku (sekitar 300 tahun yang lalu), Matsudaira Yoshiyuki, putra kedua Tokugawa Mitsutomo, penguasa kedua Domain Owari, ditunjuk sebagai penguasa Domain Takasu di Mino.
Dia membangun kembali kuil tersebut sebagai kuil keluarga Matsudaira dan menyelesaikannya pada tahun 1705.
Selama 160 tahun hingga Restorasi Meiji, kuil ini ditutup untuk umum.
Saat ini, kuil ini masih menyimpan berbagai artefak, termasuk tandu yang digunakan oleh keluarga Matsudaira dan menara jam besar setinggi 2 meter yang masih menunjukkan waktu.
Taman Berjalan dengan Bunga Musiman dan Pemandangan Panorama Dataran Nobi
Taman kuil yang dibuat oleh biksu Enzan pada saat yang sama dengan rekonstruksi kuil pada tahun 1705 ini merupakan taman untuk berjalan-jalan.Di sisi barat ruang belajar, terdapat taman lanskap kering yang memanfaatkan formasi bebatuan alami dengan sangat baik, dengan air terjun yang mengalir di atas bebatuan yang tertutup lumut.
Di sisi timur, terdapat taman dengan panorama Dataran Nobi yang indah, dengan 108 batu loncatan.
Dari berbagai ruang belajar, Anda dapat menikmati pemandangan Dataran Nobi, mulai dari Semenanjung Chita di selatan hingga Pegunungan Alpen Jepang di utara.