Kuil kuno dengan sejarah 1.400 tahun

Kuil Kongojo-ji adalah kuil Buddha kuno yang dipercaya telah didirikan sekitar 1.400 tahun yang lalu. Menurut catatan, kuil ini awalnya bernama Shigeoka-dera, dan didirikan oleh seorang biksu dari Goguryeo (kerajaan kuno di Korea) bernama Ekkan (恵灌) pada masa pemerintahan Permaisuri Suiko. Kemudian, pada tahun 1601 (tahun ke-6 era Keichō), namanya diubah menjadi Kongojo-ji seperti sekarang.

Kuil ini merupakan bagian dari aliran Shingon Koyasan dan menjadi kuil ke-30 dari rute ziarah 33 Kannon Baru di Jepang Barat (Shin-Saigoku Sanjūsansho). Hingga kini, banyak peziarah dan pengunjung yang datang ke sini. Patung utama yang dipuja di kuil ini adalah Kannon Berwajah Sebelas (Jūichimen Kannon), yang merupakan hibutsu (patung suci yang tidak diperlihatkan kepada umum). Meski demikian, patung ini sangat dihormati sebagai Kannon Pengganti, yang dipercaya melindungi umat dari bahaya.

Dahulu, kuil ini terletak di lereng Gunung Nanashina, dekat Air Terjun Nanashina, namun dipindahkan ke lokasi yang sekarang pada awal periode Meiji. Di antara bangunan kuil yang ada saat ini, gerbang kuil (sanmon) dikatakan masih merupakan bangunan asli dari lokasi sebelumnya di Gunung Nanashina.

Lingkungan kuil dikelilingi oleh keindahan alam sepanjang tahun, dan terkenal khususnya pada musim gugur karena pemandangan daun momiji (daun maple merah) yang menakjubkan. Dalam suasana yang tenang dan dikelilingi alam Gunung Nanashina yang subur, para pengunjung dapat merenungkan sejarah panjang kuil sambil bersembahyang dengan khidmat.