Kuil Utama
Kuil Utama



Salah satu dari 3 kuil besar di Jepang yang bernama Ichinomiya.
Ichinomiya artinya adalah kuil terbesar yang berada di satu wilayah, tingkat dibawah ichinomiya disebut Ninomiya, dan tingkat berikutnya disebut Sannomiya.
Tidak dapat dipastikan kapan bangunannya dibangun, tetapi tercatat di buku Chronicle of Japan bahwa bangunan ini berdiri pada tahun 720 (tahun 4 Yoro), tetapi kemungkinan dibangun jauh sebelum tahun tersebut.
Kuil utama saat ini adalah hasil rekonstruksi yang dilakukan karena bangunan aslinya rusak akibat gempa bumi tahun 1854 (tahun kaei 7), pada saat itu rekonstruksi diprakarsai oleh pendeta Shinto Moriharu Yatabe, dan selesai pada tahun 1866 (tahun 2 Keio).
Moriharu, saat itu bersamaan dengan meminta bantuan rekonstruksi kepeda pemerintah bakufu, ia pun mengunjungi Edo, dan mencoba untuk meminta bantuan bagi rekonstruksi juga kepada pemimpin Istana Numazu (Mizunodewanokami), Hakim Tarozaemon Egawa dari Nirayama, dan Mamoru Kaga Okubo (Kaganokami).
Jenis bangunan kuil utama (Haiden) adalah dalam bahasa Jepang disebut Nagarezukuri, dengan dengan gaya Soukeyakisirakizukuri, begitu pula dengan ruang Haiden, serta ruang Heiden yang dibangun dengan mengambil inspirasi dari pola-pola unik yang terdapat di Jepang pada saat itu.

・"Haiden" adalah bangunan tempat melakukan ibadah.

・"Heiden" adalah、tempat peziarah memberikan persembahan. Dibangun diantara Honden dan Haiden.

・"Nagarezukuri" adalah bentuk kuil yang sering digunakan di seluruh Jepang, dengan atap yang berada dekat dengan pintu masuk memanjang ke depan, apabila dilihat dari samping bagian depan belakangnya terlihat Asimetris.

・"Soukeiyakizukui" adalah jenis bangunan yang dibangun menggunakan kayu asli dari pohon tanpa dicat lagi.

Pada bagian-bagian penting pada Honden, Heiden, dan Haiden banyak terdapat ukiran, ukiran-ukiran tersebut adalah hasil karya seniman pada jaman Edo yang bernama Ozawa Nozomi, Yoshiharu Goto dari Suruga, dll.
Diceritakan bahwa seniman dari seluruh Jepang bersaing untuk memberikan ukiran terbaik untuk memperindah kuil tersebut.
Salah satu hal yang khas dari kuil ini adalah gambar mural dari Amaterasu Omikami dan Amenoiwado pada Kaerumata yang terdapat di Haiden Gohai (Bagian selatan Honden, di atas kotak persembahan).

・"Kaerumata" adalah、dalam arsitektur kuil, dibagian atas Kashiranuki atau Hari yang terdapat celah di antaranya yang terbuat dari kayu berbentuk gunung, dahulu dibuat ada penyangganya, tetapi sekarang disederhanakan menjadi sebuah tempat dengan penuh hiasan dan ukiran.

・"Kashiranuki" adalah、palang yang digunakan pada bagian atas tiang untuk menyambungkan satu tiang dengan tiang lainnya.

・"Hari", adalah palang yang diletakkan diantara satu tiang dan tiang lainnya untuk menyokong berat bangunan bagian atap depan yang bersilangan dengan bagian diversi bangunan.

・"Keta", adalah kayu horizontal yang menyokong bagian atas tiang.

・"Mural dari Amaterasuoomikai dan Amanoiwado", yaitu mural yang ceritanya diambil dari tulisan kuno, yang bercerita tentang dewa matahari, Amaterasuoomikami.

Saat itu Dewa kegelapan Amanoiwado membuat dunia menjadi gelap dan penuh bencana, tetapi akhirnya dewa matahari keluar dan menerangi dunia tersebut sehingga cahaya kembali bersinar dan menerangi dunia.
Selain itu juga, di bagian belakang patung terdapat "mural Takasago", yang bercerita mengenai dua orang kakek-nenek yang memegang sapu, artinya adalah bagian depan adalah untuk kedamaian negara dan bagian belakang adalah kedamaian bagi rakyat.
Selain itu juga, pada Kaerumata terdapat 3 sisi yang menghadap bagian kanan, kiri dan tengah, setiap sisi terdapat ukiran yang berbeda-beda.
Kuil Utama (honden), Heiden, Haiden dari kuil Mishima Taisha adalah bangunan kuno peninggalan jaman Edo, dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting oleh pemerintah pada tahun 2000 (Heisei 12) tepatnya tanggal 25 Mei.